Sebuah organisasi joint venture antara Canadian International Development Center (IDRC), Internet Society (ISOC) dan Asia Pacific Network Information Center (APNIC), yaitu Intenet Society Innovation Fund (ISIF) menyediakan grant sebesar US$30.000 untuk penelitian innovasi dalam bidang Internet di Asia Pasifik.
Proyek ini bertujuan untuk memperkenalkan, memperbaiki dan memanfaatkan teknologi Internet serta telekomunikasi digital lainnya di Asia Pasifk [...]
Arsip untuk Juni, 2008
Grant US$30.000 bagi Riset Innovasi Internet di Asia Pasifik dari ISIF
Diposkan dalam US$30.000 untuk Innovasi Internet Asia Pasifik, Label APNIC, Grant US$30.000, Internet Society Innovation Fund (ISIF), ISOC pada Juni 29, 2008 | 1 Komentar »
“Brown Energy” Penghemat BBM 59%, mengapa tidak segera diterapkan?
Diposkan dalam Brown Wnergy Penghemat BBM 59%, Label Brown Energy, Djoko Sutrisno, Efisiensi 59%, Futung Mustari, Melepaskan Indonesia dari Fluktuasi Harga BBM Dunia, Penemu Penghemat BBM Yull Brown, Pumpida Hidayatullah pada Juni 20, 2008 | 10 Komentar »
Setelah beberapa bulan terakhir kita disibukkan dengan berita penemuan “Blue Energy” dari Ngajuk, Jawa Timur, maka hari ini di Harian KOMPAS kita membaca berita tentang sebuah penemuan yang tidak terlalu baru, yaitu “Brown Energy”. Mengapa dipakai kata “Brown”? Sebab penemu awalnya dari teknology ini adalah Mr. Yull Brown dari Australia pada tahun 1974.
Teknologi “Brown Energy” [...]
PM Australia Kevin Rudd: Pemerintah sebaiknya memberi Kail kepada Masyarakat dari pada memberi Ikan
Diposkan dalam Berikan Kail lebih manfaat dari pada Ikan, Biofuel Produksi Rakyat, Label Beri Kail vs Beri Ikan, Hibahkan Mesin Biofuel ke Masyarakat Miskin, Meningkatkan Taraf Hidup, Naiknya BBM pada Juni 15, 2008 | Leave a Comment »
Nasehat PM Autralia tersebut agar Pemerintah memberi Kail kepada
Masyarakat Miskin dari pada memberi Ikan, adalah sangat tepat pada
situasi dewasa ini di Indonesia, terutama saat kita menghadapi
meningkatnya harga BBM.
Jadi dari pada membagi-bagi dana BLT, alangkah lebih baik kalau dana itu
dipakai untuk membeli kail, berupa Mesin Pembuat Biofuel/Bioetanol
kecil-kecil, dan dibagikan kepada kelompok2 masyarakat miskin untuk
mengelola, meproduksi dan [...]
Yogya Cybercity Pertama Indonesia “Republik Hot Nglesot”. Apakah dampaknya pada Industri Telematika?
Diposkan dalam Yogya Republik Hot Ngesot - Dampak pada Industri Telema, Label Biaya dari Makan Minum dan Iklan, Dampak pada Industri Telematika, Maraknya HotSpots Gratisan, News Online diuntungkan, Tele-education, Teleworking, Warnet paling terkena dampaknya pada Juni 9, 2008 | Leave a Comment »
Yogyakarta, mantan Ibukota Republik Indonesia di zaman Revolusi 1945, saat ini telah berkembang sebagai Ibukota “Republik Hot Nglesot”, sebab sudah banyak sekali lokasi-lokasi tempat anak-anak muda ber-lesehan di tikar sambil minum kopi panas dan makan nasi kucing, sambil berselancar di dunia maya. Hal ini dimungkinkan karena di lokasi-lakasi cafe atau cybercafe tersebut telah dipasang jaringan [...]
Tips Aman bagi Pembawa Laptop di Bandara dan Mal-mal
Diposkan dalam Tips Aman bagi Pembawa Laptop, Label Denda Rp 500 juta, Indonesia Go Open Source!, Kurungan 5 Tahun, Tips Aman bagi Pembawa Laptop, UU HaKI pasal 72 ayat 3 pada Juni 7, 2008 | 1 Komentar »
Berita tentang langkah petugas melakukan sweeping Laptop di Bandara Sukarno-Hatta telah membuat heboh Dunia Telematika Indonesia. Telah terjadi perdebatan apakah berita itu benar ataukah sekadar bohongan atau Hoax. Tak kurang dari kawan kita di Mastel (MasWig) dan Bapak Menkominfo membantah bahwa berita itu tidak benar adanya.
Namun siapakah yang berani mengambil resiko untuk me-nenteng2 Laptop di [...]
Stop Press: Strategi Jitu Mengatasi kenaikan BBM: Produksi Biofuel Rakyat
Diposkan dalam Strategi Jitu Produksi Biofuel Rakyat, Label Bangas Indonesia belum mandiri untuk produksi BBM, Produksi Biofuel Rakyat, Strategi Jitu mengatasi kenaikan BBM pada Juni 2, 2008 | 3 Komentar »
Penghapusan Subsidi Harga BBM di Dalam Negeri dengan menaikkan harga Bensin Premium dari Rp 4500/liter menjadi Rp 6000/liter telah berakibat naiknya biaya transportasi, harga-harga kebutuhan bahan pokok, maupun secara tidak langsung harga-harga sekunder lainnya, seperti harga jamu obat kuat dari Rp 1000/gelas naik menjadi Rp 2000/gelas. Ini hanyalah salah satu contoh, mengapa rakyat kecil pada [...]








