Setelah beberapa bulan terakhir kita disibukkan dengan berita penemuan “Blue Energy” dari Ngajuk, Jawa Timur, maka hari ini di Harian KOMPAS kita membaca berita tentang sebuah penemuan yang tidak terlalu baru, yaitu “Brown Energy”. Mengapa dipakai kata “Brown”? Sebab penemu awalnya dari teknology ini adalah Mr. Yull Brown dari Australia pada tahun 1974.
Teknologi “Brown Energy” ini sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan battery mobil, kita lakukan elektrolisa Air H2O yang dicampur dengan Soda Kue atau Kalium Hidroksida (KOH) guna memperlancar proses itu. Hasilnya adalah gas Hidrogen-Hidrogen-Oxygen (HHO). Has HHO ini kita campur dengan udara untuk dimasukkan ke Piston pembakaran mesin melalui Saringan Udara Karburator.
Hasilnya, mesin mobil bensin maupun mobil diesel bekerja lebih efisien dan bertenaga lebih kuat dibandingkan tanpa campuran gas HHO tersebut. Keuntungan lainnya lagi, hasil pembakaran gas HHO ini lebih ramah lingkungan dari pada aslinya, serta lebih sedikit kerak karbon yang menempel di piston mesin mobil. Efisiensi yang diperoleh bisa mencapai 59%.
Bilamana ini diterapkan diseluruh Indonesia, kita bisa menghemat konsumsi BBM sampai 59%, sehingga memungkinkan Indonesia tidak lagi mengimport BBM. Jadi kita dapat membuat harga BBM tidak lagi terpengaruh oleh fluktuasi harga BBM Luar Negeri yang sampai dengan hari ini sudah mencapai harga US$140/barrel.
Di Indonesia sudah ada tiga orang yang mengembangkan “Brown Energy” ini, yaitu pasangan sdr. Pumpida Hidayatullah dan sdr. Futung Mustari yang memakai Soda Kue sebagai campuran air , serta sdr. Djoko Sutrisno dari Yogyakarta yang memakai Kalium Hidroksida sebagai campuran air.
Sdr. Pumpida Hidayatullah dan Sdr. Futung Mustari kemarin pagi telah memberikan presentasi ke KADIN Indonesia. Mereka juga sudah menerbitkan buku “Rahasia Bahan Bakar Air” yang disertai VCD cara membuatnya seharga Rp 40.000,- Biaya untuk perangkat tambahan bagi mesin mobil diperkirakan tidak lebih dari Rp 200.000 -300.000 dan biaya bahan bakunya sangat murah, Rp 30.000 per kg KOH yang dapat dipakai sampai beberapa minggu.
Pertanyaan kami:
1. Apakah Kementrian Negara Ristek sudah meneliti penemuan Penghemat BBM “Brown Enewrgy” ini?
2. Mengapa Pemerintah tidak segera men-sosialisasikan penggunaannya diseluruh Indonesia, agar Indonesia segera terlepas dari Krisis Harga BBM Dunia??
Semoga informasi ini membawa kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.
Referensi:
—————————0————————










Bagaimana cara mendapatkan cd cara pemasangannya dan perangkat tambahannya?
terima kasih, salam.
@Purwo Suhastono: buat sendiri saja Maz. Mudah sekali koq. Kebetulan saya sudah buat, dan sempat mendokumentasikannya. Silakan kunjungi: http://www.divusi.com/blog/?p=133
Mudah-mudahan bermanfaat, dan kita bisa ikut berperan serta dalam menyelamatkan lingkungan…
Keren. Saya mau lihat cara membuat alatnya.
apakah ada efek buruk yang dapat terjadi pada mesin (baik mesin bensin maupun diesel) jika menggunakan brown energi setelah penggunaan jangka panjang ?
thx.
satu lagi, link yang diberikan
http://www.divusi.com/blog/?p=133
tidak bisa dibuka.
thx.
saya berpikir bila untuk mesin motor atau mobil bisa…..maka teknologi ini sejatinya bisa menggerakkan generator skala kecil untuk mensuplai kebutuhan listrik rumah tangga…dengan demikian kita bisa terbebas dari gangguan listrik dan biaya abonemen yang mahal yang masih ditambah kaulitas layanan PLN yang byar pet hehehhe….
Maaf mas, kalau pakai air yg dicampur kimia itu berbahaya bagi kendaraan karena biar bagamanapun uap air yg di hasilkan akan mengandung bahan kimia. Selain itu berbahaya bagi pemilik kendaraan. Kini telah ada di jakarta teknologi yg di pakai kendaraan GENEPAX japan yg hidup dengan air saja. kami mengembangkan sejak th 1995 silam dan berhasil membuat gas hho dengan hanya menggunakan air biasa tanpa tambahan larutan kimia. (KOH,Soda Api, Soda kue dll).
Silahkan tel 021 91303345 / 021 91499472 dengan aditya / linda. Alat tersebut produksi PT LINAD MULTYPOLLAR, Konsumsi listrik sebesar 12VDC 5-8 Ampare saja bisa mengsilhan gas Hydrogen dan Oksigen yg murni tanpa unsur gas lain.
Pak Aditya yth,
Terimakasih atas infonya.
Saya sependapat bahwa tambahan bahan kimia dapat membahayakan manusia. Produk PT LINAD MULTYPOLLAR yang memakai air murni itu berapa harganya? Saran saya, agar dipromosikan ke masyarakat secara luas, pasti akan banyak pembelinya. Berapa % penghematan penggunaan bensin dengan alat itu? 10%, 20%, 39%, atau 40%?? Silahkan anda sampaikan hasil penelitian anda, pasti banyak yg tertarik.
http://www.multiniagasolusindo.com/index.php?option=com_content&task=view&id=66&Itemid=2
Pak Aditya,
Mohon di buat website atau blog yg menjelaskan tentang teknologi Produk PT LINAD MULTYPOLLAR tersebut. nanti kita bantu promosinya melalui internet. seperti milist, jejaring sosial, dll. sehingga teknologi ini nantinya di kenal oleh masyarakat luas dan bisa menghemat BBM secara nasional dan pada akhirnya bermanfaat utk kebaikan negara kita tercinta ini.